Subscribe Us

header ads

Latihan Terapi Menulis: Saat Overthinking

Konsultasi : 0858-6767-9796

Ketika Pikiran Tidak Mau Berhenti, Cobalah Menuliskannya

Pernahkah Anda merasa pikiran terus berputar tanpa henti?

Memikirkan satu masalah berulang-ulang. Membayangkan berbagai kemungkinan buruk. Mengulang percakapan yang sudah lewat. Khawatir terhadap sesuatu yang bahkan belum tentu terjadi.

Kondisi seperti ini sering disebut overthinking. Semakin dipikirkan, pikiran terasa semakin penuh dan tubuh pun ikut lelah.

Melalui terapi menulis, Anda diajak memindahkan isi kepala ke atas kertas. Tujuannya bukan menghentikan pikiran secara paksa, melainkan membantu Anda melihatnya dengan lebih jelas.

Sediakan waktu 15–20 menit. Duduklah di tempat yang tenang. Ambil buku atau jurnal, lalu tulislah dengan jujur. Tidak ada tulisan yang salah. Tulisan ini hanya untuk Anda.


Langkah 1 – Apa yang Terus Berputar di Pikiran Saya?

Tuliskan semua pikiran yang terus muncul.

Jangan disusun. Jangan disaring.

Biarkan semuanya keluar apa adanya.

Anda bisa memulai dengan kalimat:

  • Yang terus saya pikirkan adalah...
  • Saya tidak bisa berhenti memikirkan...
  • Pikiran yang paling sering muncul adalah...

Teruslah menulis sampai pikiran terasa lebih ringan.


Langkah 2 – Mengapa Hal Ini Sangat Mengganggu Saya?

Sekarang coba renungkan.

  • Apa yang sebenarnya saya takutkan?
  • Mengapa masalah ini terasa begitu penting?
  • Apa yang paling saya khawatirkan akan terjadi?
  • Apa yang membuat saya sulit melepaskan pikiran ini?

Tuliskan jawaban Anda tanpa menghakimi diri sendiri.


Langkah 3 – Bedakan Fakta dan Dugaan

Overthinking sering membuat dugaan terasa seperti kenyataan.

Buat dua daftar.

Fakta

Tuliskan hal-hal yang benar-benar Anda ketahui.

Contoh:

  • Saya belum menerima kabar.
  • Saya sudah mengirim lamaran.
  • Besok ada pertemuan.

Dugaan

Tuliskan pikiran yang belum tentu benar.

Contoh:

  • Mereka pasti menolak saya.
  • Semua orang kecewa kepada saya.
  • Saya pasti gagal.

Latihan ini membantu Anda melihat bahwa tidak semua pikiran adalah fakta.


Langkah 4 – Apa yang Bisa Saya Kendalikan?

Tuliskan dua bagian.

Yang Bisa Saya Kendalikan

  • Sikap saya.
  • Persiapan saya.
  • Cara saya mengambil keputusan.
  • Cara saya merawat diri.

Yang Tidak Bisa Saya Kendalikan

  • Masa lalu.
  • Keputusan orang lain.
  • Pendapat orang lain.
  • Hal-hal yang belum terjadi.

Mengalihkan perhatian pada hal yang dapat dikendalikan sering membantu mengurangi beban pikiran.


Langkah 5 – Apa yang Akan Saya Katakan kepada Sahabat Saya?

Bayangkan sahabat Anda mengalami overthinking yang sama.

Apa yang akan Anda katakan kepadanya?

Sekarang tuliskan kalimat tersebut untuk diri Anda sendiri.

Sering kali kita jauh lebih baik kepada orang lain daripada kepada diri sendiri.


Langkah 6 – Fokus pada Hari Ini

Jawablah pertanyaan berikut.

  • Apa satu hal kecil yang bisa saya lakukan hari ini?
  • Langkah sederhana apa yang dapat membantu saya bergerak maju?
  • Apa yang dapat saya selesaikan sekarang?

Tidak semua masalah harus diselesaikan sekaligus.

Kadang, satu langkah kecil sudah cukup untuk mengurangi rasa kewalahan.


Langkah 7 – Tutup dengan Kalimat Penguat

Lengkapi kalimat berikut.

Hari ini saya memilih untuk...

Saya percaya bahwa...

Besok saya akan...

Tuliskan dengan kata-kata Anda sendiri.


Setelah Selesai Menulis

Tarik napas perlahan.

Baca kembali tulisan Anda.

Lalu renungkan:

  • Pikiran mana yang ternyata hanya dugaan?
  • Apa yang paling membuat saya khawatir?
  • Apa yang dapat saya lakukan hari ini?
  • Apakah saya merasa sedikit lebih tenang setelah menulis?

Tidak perlu memaksa semua kecemasan hilang.

Yang terpenting, Anda telah memberi ruang bagi pikiran untuk menjadi lebih tertata.


Jika Overthinking Terus Mengganggu

Apabila overthinking berlangsung terus-menerus, membuat Anda sulit tidur, sulit berkonsentrasi, atau mengganggu pekerjaan, belajar, hubungan, maupun aktivitas sehari-hari, sebaiknya pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional.

Pendampingan dapat membantu Anda memahami pola pikir yang berulang serta menemukan strategi yang lebih sesuai untuk mengelolanya.


Program Terapi Menulis – Griya Hipnoterapi MPC

Latihan ini merupakan bagian dari Program Terapi Menulis di Griya Hipnoterapi MPC, yang dirancang untuk membantu peserta mengenali pola pikir, memahami emosi, dan mengembangkan kemampuan refleksi diri melalui teknik Expressive Writing.

Apabila diperlukan, latihan dapat dipadukan dengan sesi konsultasi atau hipnoterapi berdasarkan hasil asesmen dan kebutuhan masing-masing peserta.

Griya Hipnoterapi MPC
Layanan Hipnoterapi Profesional Pertama di Kabupaten Brebes sejak Tahun 2012
STPT: 503.10/DPMPTSP/00409/V/2024

📍 Alamat: Perumahan K1001 Pintu No. 96, RT 06/RW 09, Kelurahan Pasarbatang, Kabupaten Brebes.

📱 Konsultasi & Reservasi WhatsApp: 0858-6767-9796

Pikiran yang terus berputar tidak selalu membutuhkan jawaban baru. Terkadang, yang dibutuhkan hanyalah ruang untuk dituliskan, dipahami, lalu dihadapi dengan lebih tenang.